HAQ, Zia ul
(2022)
ANALISIS RISIKO USAHATANI BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) DI KECAMATAN BOJONG, KABUPATEN TEGAL.
Bachelor thesis, UNOVERSITAS PERADABAN.
Full text not available from this repository.
Abstract
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi Rp 24.802.817/MT, rata-rata hasil produksi Rp 2.605 kg/MT dan rata-rata pendapatan bawang putih Rp 6.976.827/MT Tingkat risiko yang dialami petani bawang putih per musim tanam dilihat dari besarnya nilai koefisien variasi (CV) di mana CV biaya produksi sebesar 1,03, CV hasil produksi sebesar 1,031, dan CV pendapatan sebesar 1,12. Ketiga nilai CV tersebut memiliki nilai lebih besar dari 0,5, sehingga disimpulkan bahwa risiko usahatani bawang putih tergolong tinggi. Risiko biaya produksi bersumber dari penggunaan input produksi bawang putih cukup mahal seperti harga benih, pupuk, pestisida. Sulitnya mendapatkan tenaga kerja dan upah tenaga kerja yang cukup besar, risiko hasil produksi bersumber dari kondisi cuaca ekstrim dengan curah hujan tinggi, busuk buah antraknosa dan fluktuasi harga jual, sedangkan risiko pendapatan bersumber dari ketidaksetabilan biaya produksi dan rendahnya harga jual serta kurangnya lembaga pemasaran
Actions (login required)
 |
View Item |