JALIL, Muhammad Abdul (2026) ANALISIS KELAYAKAN USAHATANI BUAH NAGA (Hylocereus Sp.) DI KECAMATAN PAGUYANGAN KABUPATEN BREBES (Studi Kasus Usahatani Kebun Buah Naga Cegokan). Bachelor thesis, UNIVERSITAS PERADABAN.
|
PDF (HALAMAN AWAL)
COVER-M. ABDUL JALIL-42219006-SKRIPSI-2026.pdf - Published Version Download (355kB) |
|
|
Text (ABSTRAK)
ABSTRAK-M. ABDUL JALIL-42219006-SKRIPSI-2026.docx - Published Version Download (19kB) |
|
|
PDF (BAB I)
BAB I-M. ABDUL JALIL-42219006-SKRIPSI-2026.pdf - Published Version Download (198kB) |
|
|
PDF (BAB II)
BAB II-M. ABDUL JALIL-42219006-SKRIPSI-2026.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (269kB) |
|
|
PDF (BAB III)
BAB III-M. ABDUL JALIL-42219006-SKRIPSI-2026.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (237kB) |
|
|
PDF (BAB IV)
BAB IV-M. ABDUL JALIL-42219006-SKRIPSI-2026.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (163kB) |
|
|
PDF (BAB V)
BAB V-M. ABDUL JALIL-42219006-SKRIPSI-2026.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (75kB) |
|
|
PDF (DAFTAR PUSTAKA)
DAFTAR PUSTAKA-M. ABDUL JALIL-42219006-SKRIPSI-2026.pdf - Published Version Restricted to Registered users only Download (151kB) |
|
|
PDF (LAMPIRAN)
LAMPIRAN-M. ABDUL JALIL-42219006-SKRIPSI-2026.pdf - Published Version Restricted to Repository staff only Download (429kB) |
Abstract
Buah naga atau dragon fruit, juga dikenal sebagai apel kaktus, pitaya dan pitahaya. Tanaman ini termasuk dalam keluarga kaktus (Cactaceae) yang diduga berasal dari Amerika Selatan. Buah naga yang tumbuh di sana umumnya dimakan oleh keluarga bangsawan dan orang-orang kaya. Kemudian tanaman buah naga ini berkembang dan tumbuh subur di negara-negara Amerika lainnya seperti Texas, Meksiko serta negara-negara Amerika Selatan, misalnya Argentina dan Peru. Seorang asal Prancis memperkenalkan tanaman ini ke Vietnam sekitar 100 tahun yang lalu (Muas, et. al. 2016). Tujuan dari penelitian untuk menganalisis biaya usahatani, penerimaan, pendapatan, serta tingkat kelayakan usahatani buah naga di Kebun Buah Naga Cegokan. Penelitian dilakukan pada Agustus 2026 dengan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif melalui survei, wawancara, kuesioner, dan observasi terhadap pemilik usaha. Sedangkan metode yang digunakan untuk analisis kelayakan usahatani menggunakan Revenue Cost Ratio (R/C Ratio), Benefit Cost Ratio (B/C Ratio), dan Break Even Point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam satu periode produksi, biaya tetap yang dikeluarkan sebesar Rp39.132.500, biaya variabel sebesar Rp15.682.000, sehingga total biaya mencapai Rp54.814.500. Produksi buah naga mencapai 8.750 kg dengan total penerimaan sebesar Rp181.250.000, sehingga pendapatan yang diperoleh sebesar Rp126.435.500. Berdasarkan analisis kelayakan, nilai R/C Ratio sebesar 3,31 dan B/C Ratio sebesar 2,31, yang menunjukkan bahwa usahatani tersebut layak dan menguntungkan untuk dikembangkan. Analisis Break Even Point (BEP) juga menunjukkan bahwa produksi dan penjualan aktual berada di atas titik impas pada berbagai tingkat harga jual. Dengan demikian, penelitian menyimpulkan bahwa usahatani buah naga di Kebun Buah Naga Cegokan secara finansial layak untuk dikembangkan dan mampu memberikan keuntungan bagi pengelola, dengan tetap diperlukan pengendalian biaya, peningkatan efisiensi, dan pemeliharaan produktivitas agar keuntungan dapat dipertahankan atau ditingkatkan.
| Item Type: | Thesis (Bachelor) | |||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Contributors: |
|
|||||||||
| Uncontrolled Keywords: | Buah naga,apel kaktus, pitaya,usahatani | |||||||||
| Subjects: | 600 Technology dan Ilmu Terapan > 630 Usaha Tani; Pertanian; Teknologi Pertanian | |||||||||
| Divisions: | Fakultas Sains dan Teknologi > Program Studi Agribisnis - S1 | |||||||||
| Depositing User: | S.E. Khozin Khozin | |||||||||
| Date Deposited: | 27 Oct 2026 02:00 | |||||||||
| Last Modified: | 27 Oct 2026 02:00 | |||||||||
| URI: | http://repository.peradaban.ac.id/id/eprint/2464 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |
